| Tentang | Iklan | Media Partner | Aturan Main | Kontak
Minimarket terapkan kantong plastik berbayar, apa reaksi warga Cikarang?
Gaya Hidup / Rabu, 24 Februari 2016 19:25 WIB / Redaksi






URBANCIKARANG.COM, Cikarang Utara - Minimarket di Cikarang sudah menerapkan kantong plastik berbayar Rp 200 mulai Minggu (21/2/2016) lalu. Kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. 

Kantong plastik belanja tak lagi gratis. Mereka yang berbelanja dan tak membawa tas sendiri akan dikenai biaya minimal Rp 200. Bagaimana reaksi warga Cikarang? urbancikarang.com mencoba bertanya ke beberapa orang pada Rabu (24/2/2016).

Dini (21), salah satu warga Cikarang Utara yang ditemui di salah satu minimarket di Jl. Industri mengatakan, kebijakan itu belum memengaruhi dirinya dalam mengonsumsi plastik. Dini lebih memilih membayar Rp 200 lebih praktis ketimbang harus membawa kantong belanjaan kemana-mana, Dini menyampaikan nilai Rp 200 tidak akan terlalu berefek kepada masyarakat karena masih terlalu murah untuk ukuran Cikarang.

"Pakai plastik lebih praktis. Mending saya bayar Rp 200 daripada harus bawa tas sendiri. Ribet," katanya.

Rahmat (23) yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan di Jababeka punya komentar sedikit berbeda. Tidak semua orang saat di perjalanan memang niatnya mau belanja, Rahmat mengungkapkan dirinya sering berjalan-jalan, terus harus belanja untuk persiapan di perjalanan dan belanja di minimarket.

"Biasanya orang kan jalan-jalan enggak persiapan buat belanja. Tiba-tiba kita masuk, belanja, dan enggak bawa plastik. Akhirnya memang harus beli," jelasnya.

Ia mengatakan, harga Rp 200 juga masih murah sehingga membeli pun tak masalah. Ia bahkan mengaku akan rela membeli kecuali harga kantong keresek sudah setara dengan kantong kain yang bisa dipakai berkali-kali.

Sugianto (27) ayah satu anak ini senada dengan dua komentar warga sebelumnya, dirinya lebih menyoroti soal harga plastik Rp200 di Cikarang masih dianggap terlalu murah, Sugianto menambahkan harga ideal untuk Cikarang diangka Rp1000 sampai Rp2000 itupun Sugianto masih sangsi apakah memang dapat mengurangi penggunaan plastik.

"Idealnya di Cikarang itu harganya Rp1000 sampai Rp2000, tapi kurang yakin juga kalau dapat mengurangi, sekarang di Cikarang uang Rp1000 atau Rp2000 udah kaya gak ada artinya" timpalnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Kepala BPLH Kab. Bekasi, M. Supratman menyampaikan akan membuat aturan mengenai kantong plastik berbayar di Kab. Bekasi sebagai turunan dari Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup, namun sampai saat ini belum ada kelanjutannya.

Walau beberapa masih rela membayar plastik, ada juga yang sudah menyadari pentingnya pengurangan plastik. Bukan dilihat dari harga kantong plastik berbayar Rp200, tapi menumbukan kesadaran masyarakat untuk mulai mengurangi kantong plastik demi kelangsungan lingkungan hidup.



Redaksi menerima kiriman berita/artikel/video/foto amatir melalui email urbancikarang@gmail.com, disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/artikel/video/foto akan melalui proses moderasi.

Informasi beriklan Klik disini
Informasi kerjasama media partner Klik disini

PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


BAJUYANI: Baca Juga Yang Ini




Media informasi masakini cara beda nikmati informasi Bekasi