| Tentang | Iklan | Media Partner | Aturan Main | Kontak
Karyawan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pabrik TBB Unilever di Cikarang Ditutup Sementara
Berita / Kamis, 2 Juli 2020 20.05 WIB / Redaksi






URBANCIKARANG.com, Cikarang - PT Unilever Indonesia melalui pernyataan resmi mengkonfirmasi menutup sementara operasional pabrik Tea Based Beverages (TBB) yang berada di kawasan Jababeka mulai Jumat, 26 Juni 2020 menyusul 21 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19

Dalam pernyataan resmi disampaikan hal ini merupakan langkah proaktif pencegahan dan memastikan keselamatan karyawan, Sancoyo Antarikso, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan karyawan adalah prioritas utama.

“Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi. Sejak awal kami selalu berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dan otoritas terait. Kami percaya bahwa kemitraan yang kuat dengan otoritas terkait dan transparansi merupakan kunci dalam upaya kami menjaga situasi agar tetap terkendali.” katanya, Kamis (2/7)

Pabrik-pabrik Unilever di Cikarang berada dalam lokasi yang terpisah-pisah. Gedung TBB merupakan salah satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang, yang mana dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun.

Awal mula karyawan yang masuk bekerja diketahui mengalami batuk pilek dan sesak napas, kemudian pada 24 Juni 2020 dilakukan tes swab kepada 10 orang karyawan dan hasilnya didapat 7 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian dilakukan penelurusan kontak dan kembali dilakukan tes swab pada 26 Juni 2020 kepada 48 orang karyawan dan hasilnya didapat 9 orang terkonfirmasi Covid-19.

Tes swab berlanjut pada seluruh karyawan TBB sebanyak 265 orang dan didapat hasil sebanyak 5 orang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga total sebanyak 21 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dr Alamsyah, M.Kes, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik antar pihak dan langkah-langkah yang telah dilakukan, “Tim Gugus Tugas dan pengelola Kawasan Industri Jababeka telah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen setempat. Kami mengapresiasi langkah Unilever Indonesia yang telah melapor kepada Gugus Tugas, sehingga kita dapat dengan sigap melakukan pengecekan. Keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor yang penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah ke depannya sehingga penyebaran dapat kita putus. Berdasarkan tinjauan kami Unilever memiliki beberapa pabrik di kompleks Cikarang, setiap gedungnya memiliki protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Sehingga hanya satu area saja yang perlu untuk ditutup untuk sementara. Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif, terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami.” katanya.

Dalam penanganan, pihak perusahaan terus berkoordinasi dengan tim Gugus tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Kepolisian Resor (Polres), Komando Distrik Militer (Kodim), dan Dinas Perindustrian serta manajemen Kawasan Industri Jababeka untuk melaporkan dan menyampaikan keputusan penghentian sementara operasional pabrik serta menyelaraskan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan.

Dr Alamyah,M.Kes, juru bicara gugus tugas menambahkan "Kami menghimbau agar masyarakat tidak panik. Tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sesuai protokol kesehatan. Tidak perlu kahwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen dan/atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS), untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi.

Sancoyo menambahkan, “Kami akan terus memastikan bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik kami terpenuhi sebelum kami kembali pada operasional normal. Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi.” tutupnya.

21 karyawan terkonfirmasi positif saat ini, 19 orang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan 2 orang melaksanakan isolasi di tempat isolasi Covid-19 Kab. Bekasi. (sb)



Redaksi menerima kiriman berita/artikel/video/foto amatir melalui email urbancikarang@gmail.com, disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/artikel/video/foto akan melalui proses moderasi.

Informasi beriklan Klik disini
Informasi kerjasama media partner Klik disini

PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


BAJUYANI: Baca Juga Yang Ini




Media informasi masakini cara beda nikmati informasi Bekasi